Gaza City – Francesca Albanese, pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, mengungkapkan rasa sakitnya setelah melihat banyak orang, termasuk anak-anak, yang terbakar hidup-hidup akibat serangan udara Israel di sebuah sekolah yang dijadikan tempat perlindungan di Gaza City pada hari Senin.
Dalam sebuah unggahan di X, Albanese menyatakan, "Saya tidak bisa lagi melihat api tanpa merasa mual."
Serangan tersebut terjadi pada tengah malam ketika pesawat tempur Israel membombardir sekolah yang telah dijadikan tempat perlindungan bagi keluarga yang kehilangan rumah. Di tengah kepanikan, keluarga-keluarga tersebut terjebak dalam kobaran api, berusaha mencapai orang-orang terkasih yang terjebak di dalam api.
Akibat serangan tersebut, lebih dari 30 warga Palestina ditemukan tewas, termasuk 18 anak-anak dan enam wanita.
Sejak mulai konflik di Gaza pada 7 Oktober 2023, hampir 54.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel, menurut informasi dari pejabat kesehatan dan pemerintah Palestina.
Serangan militer yang semakin meluas dalam beberapa minggu terakhir hanya memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah yang sudah sangat rentan dan terkepung ini. Masyarakat di Gaza saat ini berjuang untuk bertahan hidup dalam kondisi yang semakin sulit.
Kejadian ini menjadi pengingat akan dampak tragedi yang dialami oleh banyak keluarga di Gaza, terutama anak-anak, yang seharusnya bisa hidup dalam damai dan aman.
serangan Gaza sekolah anak korban