Pemerintahan Presiden Donald Trump telah memerintahkan semua kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk menghentikan penjadwalan janji temu bagi visa pelajar. Langkah ini diambil sebagai persiapan untuk memperluas pemeriksaan media sosial terhadap para pelamar visa.
Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintahan Trump juga membekukan dana ratusan juta dolar untuk universitas-universitas di AS dan mengambil langkah untuk mendeportasi mahasiswa. Selain itu, ribuan visa untuk mahasiswa internasional lainnya telah dicabut.
Minggu lalu, pemerintahan Trump mencabut izin Universitas Harvard untuk mendaftar mahasiswa internasional dan menyelenggarakan penelitian asing. Namun, keputusan ini dipatahkan oleh seorang hakim federal yang memblokir kebijakan tersebut.
Langkah-langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan mereka di Amerika Serikat. Dengan adanya kebijakan ini, banyak yang bertanya-tanya tentang masa depan studi mereka dan apakah mereka masih bisa mendapatkan visa untuk belajar di universitas di AS.
Keputusan ini juga berdampak pada berbagai universitas di seluruh negeri, yang bergantung pada mahasiswa internasional untuk keberlangsungan program akademik mereka. Harvard, sebagai salah satu universitas terkemuka, menjadi sorotan utama dalam kebijakan ini.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berapa lama penghentian ini akan berlangsung, pembaca dapat mengikuti perkembangan berita lebih lanjut melalui sumber berita terpercaya.
Trump visa pelajar universitas Harvard deportasi