Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pendidikan di Barak Militer: Pendapat Haedar dan Wamendikdasmen

JAKARTA – Haedar Nasir, seorang tokoh pendidikan, menekankan bahwa sistem pendidikan di Indonesia, termasuk perubahan kurikulum dan pola pembinaan, harus didasarkan pada naskah akademik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, hal ini masih kurang diterapkan dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia.

"Untuk mengkritisi dan memberi masukan secara akademik, hasilnya harus yang terbaik. Meskipun tidak sempurna, secara objektif harus mewadahi pandangan-pandangan yang berkembang di masyarakat. Kita kurang di situ," ungkap Haedar dalam sebuah acara.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, yang juga hadir dalam acara tersebut, menambahkan bahwa kementeriannya masih melihat secara holistik mengenai program pendidikan yang disebut Demul. "Kami masih mempelajari dan mencermati pandangan para pakar pendidikan serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)," jelasnya.

Fajar juga mengatakan bahwa pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengenai program ini, karena masih dalam proses pengkajian. "Kami mendengar banyak masukan dari pakar pendidikan, sekolah, dan juga KPAI," tambahnya.

Sebelumnya, beberapa daerah di Jawa Barat telah melaksanakan program sekolah militer yang diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini melibatkan ratusan siswa dari berbagai daerah yang dikirim ke barak TNI untuk dibina secara disiplin.

Dedi menjelaskan bahwa pendidikan di barak militer yang telah berjalan ini akan dilakukan dalam beberapa gelombang. Pada tahap awal, pendidikan di barak militer berlangsung selama 28 hari. Program ini ditujukan bagi siswa yang dianggap sulit ditangani oleh orang tua dan sekolah.

Dengan menggunakan surat pernyataan bermaterai, orang tua siswa menyerahkan anak-anak mereka kepada pihak barak militer untuk didisiplinkan. Meskipun begitu, pendidikan akademik dan pendampingan psikologis tetap difasilitasi.

Program ini menjadi langkah alternatif bagi orang tua dan pihak sekolah yang merasa sudah tidak mampu menangani perilaku siswa-siswa tersebut. Namun, bagaimana pendapat kalian tentang program pendidikan di barak militer ini? Apakah setuju atau tidak? 🤔

library_books Kabarmuhammadiyah