Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menghentikan sementara semua proses pengajuan visa untuk mahasiswa asing. Langkah ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menginstruksikan semua kedutaan dan konsulat untuk tidak menjadwalkan janji temu baru bagi pemohon visa.
Keputusan ini diambil seiring dengan upaya pemerintah AS untuk memperluas pemantauan terhadap pernyataan para calon pemohon visa di media sosial. Rubio juga menyebutkan bahwa akan ada panduan baru mengenai kontrol ini yang akan diberikan dalam waktu dekat.
Visa yang terdampak termasuk kategori F, M, dan J, yang biasanya diberikan kepada mahasiswa, siswa pertukaran, dan au pair. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi mereka di AS.
Salah satu juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menolak untuk mengomentari surat tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah AS sangat serius dalam melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang masuk ke negara tersebut. "Kami akan terus menggunakan semua cara untuk menilai siapa yang datang ke sini, baik itu mahasiswa atau orang lainnya," katanya.
Beberapa pegawai pemerintah sebelumnya juga telah menyatakan bahwa pemegang visa mahasiswa dan kartu hijau dapat dideportasi jika mereka dianggap mendukung Palestina atau mengkritik kebijakan AS terhadap Israel, terutama terkait konflik di Gaza. Mereka khawatir bahwa pernyataan tersebut dapat mengancam kebijakan luar negeri AS atau mendukung kelompok radikal seperti Hamas.
Sebuah kasus yang mencolok adalah seorang mahasiswi asal Turki di Universitas Tufts, Boston, yang ditahan selama lebih dari enam minggu karena mengkritik posisi universitasnya terhadap perang di Gaza. Kasus ini menyoroti ketegangan antara universitas-universitas elit dan mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi pro-Palestina di sekitar kampus.
Keputusan pemerintah ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan mahasiswa internasional dan juga di kalangan lembaga pendidikan di seluruh dunia. Banyak yang berharap agar situasi ini segera membaik dan proses visa dapat dilanjutkan kembali.
AS visa mahasiswa sosial media pemantauan