Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Darah Buatan Universal Ditemukan di Jepang

Para ilmuwan di Universitas Kedokteran Nara, Jepang, telah mengembangkan darah buatan universal yang dapat digunakan untuk semua golongan darah. Menariknya, darah buatan ini dapat disimpan pada suhu kamar selama lebih dari satu tahun. Penemuan ini melibatkan pengambilan hemoglobin dari darah donor yang telah kedaluwarsa dan membungkusnya dalam cangkang membran lipid pelindung. Dengan cara ini, mereka menciptakan sel darah merah buatan yang tidak memerlukan pencocokan golongan darah.

Tim penelitian yang dipimpin oleh Profesor Hiromi Sakai saat ini sedang melakukan uji klinis. Mereka memberikan antara 100 hingga 400 mililiter darah buatan kepada relawan manusia untuk menguji keamanan dan efektivitasnya. Penelitian tambahan oleh Profesor Teruyuki Komatsu di Universitas Chuo juga mengembangkan pembawa oksigen buatan yang dapat menstabilkan tekanan darah dan mengobati perdarahan dengan membungkus hemoglobin dalam protein albumin.

Darah buatan ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan yang serius dalam bidang kedokteran darurat, di mana pencocokan golongan darah sering kali memperlambat pengobatan. Selain itu, kekurangan darah donor juga membatasi perawatan medis. Darah donor tradisional memerlukan pendinginan dan hanya bertahan beberapa minggu, sementara alternatif sintetis ini dapat tetap layak digunakan hingga dua tahun pada suhu normal.

Uji coba pada kelinci dengan kehilangan darah yang parah menunjukkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 60% tanpa efek samping seperti pembekuan darah. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari uji coba sebelumnya pada tahun 2022 yang menunjukkan bahwa manusia dapat mentolerir hingga 100 mililiter pengganti darah buatan tanpa komplikasi serius.

Teknologi ini berpotensi merevolusi perawatan darurat, terutama dalam ambulans, pengobatan di medan perang, dan daerah terpencil di mana akses ke darah yang kompatibel terbatas. Darah sintetis ini tampak ungu, bukan merah, dan bisa tersedia di Jepang pada tahun 2030 jika uji klinis berhasil.

Selain menghilangkan masalah kompatibilitas golongan darah, inovasi ini juga menyediakan jalur daur ulang untuk darah donor yang kedaluwarsa yang biasanya terbuang, sambil memastikan transfusi bebas virus.

library_books Science