New Delhi, India – Sebuah kecelakaan pesawat tragis terjadi di India yang mengakibatkan jumlah korban jiwa meningkat menjadi 260 orang. Kecelakaan ini melibatkan pesawat Boeing milik Air India yang jatuh ke sebuah gedung. Menurut laporan, hampir semua penumpang yang berjumlah 242 orang di dalam pesawat tersebut tidak selamat.
Kepala Polisi setempat mengonfirmasi bahwa beberapa orang di dalam gedung juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Para petugas penyelamat bekerja sepanjang hari untuk mengevakuasi korban yang sudah tertutup kain putih.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengungkapkan rasa duka citanya dan menyebut kejadian ini sebagai sebuah "tragedi" yang membuat semua orang tertegun. "Kita semua merasakan kesedihan yang mendalam atas kehilangan ini," katanya.
Menurut laporan yang belum dikonfirmasi, sebelum jatuh, pesawat tersebut mengirimkan sinyal darurat atau "Mayday" dari kokpit. Ini menambah keprihatinan mengenai keselamatan penerbangan, terutama pada pesawat 787 Dreamliner yang baru pertama kali mengalami kecelakaan ini, menurut data dari Aviation Safety Network.
Natarajan Chandrasekaran, perwakilan pemilik Air India, menyebut insiden ini sebagai "kecelakaan yang tragis" dan menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memberikan dukungan kepada semua keluarga yang terdampak.
Di luar India, banyak pemimpin dunia juga mengekspresikan rasa duka mereka. Kanselir Jerman, Merz, mengungkapkan rasa solidaritasnya melalui media sosial dengan mengatakan, "Kami berduka bersama keluarga dan kerabat yang kehilangan." Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut adegan di lokasi kejadian sangat "menghancurkan".
Raja Inggris, Charles III, juga diberitahu tentang situasi terkini, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menulis kepada Modi, "Eropa bersolidaritas dengan Anda dan rakyat India dalam momen kesedihan ini."
Insiden ini menambah catatan panjang masalah keselamatan yang pernah dialami oleh Boeing dalam beberapa tahun terakhir. Banyak yang berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan.
India pesawat kecelakaan Air India tragedi