Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kajati Jatim Kunjungi Keraton Sumenep untuk Lestarikan Budaya

Sumenep — Pada Rabu, 11 Juni 2025, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), Dr. Kuntadi, mengunjungi Keraton Sumenep. Kunjungan ini dilakukan di sela-sela kegiatan kerjanya di Kejaksaan Negeri Sumenep.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Kuntadi didampingi oleh Kajari Sumenep dan jajaran stafnya. Mereka disambut secara adat oleh pengurus Keraton serta tokoh budaya setempat. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap warisan sejarah dan budaya Madura, terutama Sumenep yang dikenal memiliki banyak peninggalan dari masa kerajaan.

"Keraton Sumenep ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga merupakan representasi identitas budaya Madura yang harus kita lestarikan," ungkap Kajati setelah meninjau museum di dalam keraton.

Selama kunjungan, Kajati juga melihat beberapa koleksi pusaka peninggalan kerajaan dan berdiskusi dengan pengelola Keraton mengenai upaya pelestarian situs sejarah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Didampingi oleh pengelola keraton dan tokoh budaya lokal, Kajati melihat sejumlah naskah kuno yang ditulis dalam bahasa dan aksara Arab. Naskah-naskah ini merupakan bagian dari koleksi pustaka kerajaan Sumenep, yang berisi teks-teks keislaman klasik, catatan silsilah, dan hukum adat.

"Karya-karya ini sangat berharga, baik dari segi sejarah maupun hukum. Seharusnya, dokumen-dokumen ini didokumentasikan secara digital untuk mencegah kerusakan dan agar dapat diakses oleh generasi mendatang," kata Kajati.

Kajati juga mengapresiasi upaya awal yang telah dilakukan oleh pengelola keraton dan berharap ada kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait lainnya dalam menjaga dan mendigitalisasi literatur klasik Madura tersebut.

Pengelola Keraton menyambut baik saran Kajati dan menyampaikan bahwa saat ini mereka telah melakukan inventarisasi awal terhadap beberapa naskah. Namun, proses digitalisasi membutuhkan dukungan teknologi dan keahlian khusus.

"Kami berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar khazanah ini dapat dilestarikan dengan cara yang modern dan berkelanjutan," ungkap salah satu pengelola museum.

library_books Kejatijatim