Teheran, Iran – Pada Rabu, 20 Juni 2025, pemimpin tertinggi Iran, Ajatollah Ali Chamenei, menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menyerah tanpa syarat. Dalam sebuah pidato di televisi, Chamenei menegaskan bahwa "rakyat Iran bertekad untuk melawan perang yang dipaksakan maupun perdamaian yang dipaksakan." Pernyataan tersebut menunjukkan ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan AS, terutama terkait konflik yang sedang berlangsung.
Chamenei juga memperingatkan AS tentang kemungkinan intervensi militer, menyatakan bahwa hal itu akan menyebabkan "kerusakan yang tidak dapat diperbaiki." Pernyataan ini muncul setelah Trump mengklaim bahwa Iran telah mengusulkan untuk melakukan negosiasi di Gedung Putih, meskipun rincian lebih lanjut tidak diberikan. Trump menyatakan, "Ini sudah sangat terlambat untuk berbicara." Dia juga menghindari pertanyaan wartawan mengenai apakah serangan militer terhadap Iran sedang direncanakan, dengan mengatakan, "Tidak ada yang tahu apa yang akan saya lakukan."
Di sisi lain, Trump menggambarkan kemampuan militer Iran dengan mengatakan bahwa negara tersebut "benar-benar tidak memiliki pertahanan, tanpa sistem pertahanan udara sama sekali."
Sementara itu, situasi di dalam negeri Iran semakin memburuk. Akses internet di seluruh negara menjadi semakin sulit. Menurut laporan dari wartawan Associated Press (AP), pada Rabu sore, semua koneksi internet yang masih ada di Iran mengalami gangguan. Hingga saat ini, pihak berwenang Iran belum memberikan penjelasan mengenai pemadaman tersebut.
Sebelumnya, perusahaan analisis Netblocks telah memperingatkan tentang penurunan dramatis dalam akses internet di Iran. "Analisis telemetri menunjukkan pengurangan signifikan dalam lalu lintas internet di Iran," kata mereka. Hal ini dapat membatasi kemampuan warga untuk mengakses informasi, terutama di saat-saat kritis seperti ini.
Ketegangan antara Iran dan AS terus meningkat, dan situasi ini menarik perhatian dunia. Dengan akses informasi yang terbatas, banyak yang bertanya-tanya bagaimana perkembangan selanjutnya akan terjadi.
Iran Trump Chamenei internet konflik