Sebuah patung kontroversial muncul di National Mall, Washington DC, dekat gedung Capitol. Patung tersebut menampilkan sebuah tangan besar berwarna emas yang memberikan isyarat "daumen hoch" atau jari telunjuk ke atas. Yang mengejutkan, tangan tersebut tampak menghancurkan kepala patung Liberté, yang merupakan simbol kebebasan. Bagian kepala Liberté tampak tertekan, dengan mahkotanya yang robek dan wajahnya yang hancur.
Patung ini ditempatkan di atas sebuah alas yang memiliki tulisan "Dictator Approved" atau "Ditetapkan oleh Diktator". Selain itu, terdapat kutipan dari beberapa pemimpin dunia seperti Vladimir Putin dari Rusia, Viktor Orbán dari Hungaria, Jair Bolsonaro dari Brasil, serta Kim Jong-un dari Korea Utara. Semua kutipan tersebut berhubungan dengan pandangan mereka terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai siapa yang memasang patung tersebut. Munculnya karya seni ini tentunya menarik perhatian banyak orang dan menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat. Beberapa orang mungkin melihatnya sebagai kritik terhadap kekuasaan dan kebijakan Trump, sementara yang lain mungkin menganggapnya sebagai bentuk provokasi yang tidak perlu.
Patung ini memperlihatkan bagaimana seni dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan politik dan sosial. Di tengah berbagai pandangan yang berbeda, patung ini seakan menggambarkan ketegangan dan kontroversi yang ada dalam politik Amerika saat ini. Banyak orang berlalu-lalang di sekitarnya, mengambil foto dan berdiskusi tentang makna di balik patung yang mencolok ini.
Washington patung Trump Liberté kontroversial