NATO, aliansi pertahanan yang terdiri dari 30 negara, mengumumkan sebuah komitmen baru untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Dalam pernyataan akhir dari KTT yang diadakan di Den Haag, para pemimpin NATO sepakat untuk menginvestasikan setidaknya lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara mereka untuk pertahanan dan keamanan. Ini merupakan peningkatan yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dingin.
Komitmen ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat akibat agresi Rusia terhadap Ukraina. Presiden AS Donald Trump, yang hadir pada KTT tersebut, menyatakan dukungannya terhadap NATO dan menegaskan bahwa aliansi ini akan tetap "sangat kuat". Salah satu poin penting yang dibahas adalah Pasal 5 dari traktat NATO, yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi. Sebelumnya, ada keraguan tentang apakah Trump akan terus mendukung Pasal 5 tanpa syarat.
Dalam konferensi pers setelah KTT, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan Rusia agar tidak menyerang negara-negara anggota NATO. "Tidak ada yang boleh berani menyerang NATO, di mana pun itu," ujarnya. Merz menegaskan bahwa Rusia tidak cukup kuat untuk menyerang NATO secara keseluruhan, namun ia juga menyatakan bahwa mereka tidak dapat meremehkan kemungkinan Rusia akan menguji kesiapan pertahanan NATO di masa depan.
Peningkatan anggaran pertahanan yang dijanjikan oleh negara-negara anggota NATO bertujuan untuk memperkuat posisi aliansi dalam menghadapi ancaman dari luar, terutama dari negara-negara yang tidak bersahabat. Dengan ketegangan yang terus berlanjut di Eropa Timur, langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut.
Para pemimpin NATO berharap bahwa komitmen ini akan mendorong negara-negara anggota untuk lebih serius dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi konflik dan memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya yang cukup untuk melindungi diri sendiri dan sekutu mereka. Ini adalah langkah besar yang diambil oleh NATO untuk menunjukkan kekuatan dan kesolidan aliansi dalam menghadapi tantangan yang ada.
NATO pertahanan Rusia Ukraina Trump