Duo punk asal Inggris, Bob Vylan, telah dikeluarkan sebagai klien oleh United Talent Agency (UTA) setelah penampilan mereka di Glastonbury Festival. Pada acara tersebut, vokalis Bobby Vylan mengeluarkan sebuah seruan yang menyebutkan "kematian untuk IDF (Pasukan Pertahanan Israel)".
Seruan ini kemudian salah dilaporkan oleh Daily Mail sebagai "kematian untuk orang Israel". Pernyataan ini menuai kecaman dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, serta pihak penyelenggara Glastonbury Festival yang mengutuk ucapan tersebut.
Dalam sebuah unggahan di Instagram, Bobby Vylan menceritakan pengalamannya saat putrinya mengisi survei tentang makan siang di sekolah. Ia menuliskan, "Hari ini adalah perubahan dalam makan siang sekolah, besok adalah perubahan dalam kebijakan luar negeri."
UTA, yang berkantor pusat di Beverly Hills, California, sebelumnya juga telah memutuskan hubungan dengan aktris Susan Sarandon setelah ia berbicara di sebuah rally pro-Palestina pada bulan November 2023.
Beberapa minggu sebelum itu, wakil ketua agensi tersebut mengkritik sebuah surat yang berusaha membela mahasiswa pro-Palestina, menyebutnya "penuh dengan kebohongan tentang Israel". Ia menambahkan bahwa surat tersebut berusaha untuk "membela kebiadaban mengerikan dari pembantaian Hamas".
Kontroversi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu-isu yang berkaitan dengan konflik Israel-Palestina, serta dampak yang bisa terjadi pada karir para seniman ketika mereka berbicara tentang topik-topik yang kontroversial. Bob Vylan dan UTA kini menjadi sorotan publik, dan banyak yang menunggu langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.
Bob Vylan Glastonbury Festival UTA pro-Palestine kontroversi