Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penggunaan Kupon Diskon Menurun di Amerika Serikat

Penggunaan Kupon Diskon Menurun di Amerika Serikat

Di tengah meningkatnya harga barang sehari-hari, seperti deodoran dan secangkir kopi, banyak orang di Amerika Serikat sekarang lebih memilih untuk tidak menggunakan kupon diskon. Meskipun ada dorongan untuk menghemat uang, banyak orang merasa tidak punya waktu untuk memotong kupon atau berburu penawaran terbaik.

Menurut sebuah perusahaan layanan pemasaran dan percetakan, RRD, jumlah kupon yang didistribusikan tahun lalu mencapai 50 miliar, turun drastis dari lebih dari 330 miliar pada tahun 2010. Selain itu, hanya sekitar 750 juta kupon yang berhasil ditukarkan tahun lalu, dibandingkan dengan 3,3 miliar pada tahun 2010. Hal ini menunjukkan penurunan yang signifikan dalam penggunaan kupon di kalangan masyarakat.

Menurut Alexander MacKay, seorang profesor ekonomi di Universitas Virginia, penggunaan kupon telah menurun sejak awal tahun 1990-an. Penurunan ini terlihat baik dari jumlah kupon yang diterbitkan maupun yang ditukarkan. Satu-satunya pengecualian adalah saat krisis keuangan 2008-09, ketika acara "Extreme Couponing" di jaringan TLC membuat orang kembali menggunakan kupon untuk menghemat uang.

Banyak orang saat ini tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja dan seringkali tidak dapat membandingkan harga antar toko. Bahkan, banyak yang merasa lebih nyaman untuk membayar sedikit lebih banyak daripada harus berpindah dari satu toko ke toko lain. Akibatnya, banyak orang dari berbagai usia di Amerika Serikat telah menerima kenyataan bahwa harga barang semakin tinggi.

Meskipun sekitar 87% kupon yang didistribusikan saat ini masih berbentuk kertas, hampir dua pertiga kupon yang sebenarnya ditukarkan adalah versi digital. Hal ini menunjukkan pergeseran dalam cara orang berbelanja dan menggunakan kupon.

Dengan semakin banyaknya orang yang berbelanja secara digital, kupon kertas mungkin akan terus menurun popularitasnya. Ini adalah fenomena yang menarik di tengah kekhawatiran tentang ekonomi dan harga barang yang terus meningkat.

library_books Wsj