Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Radar Cuaca Terkait Informasi Palsu di Media Sosial

Serangan terhadap sistem radar cuaca News 9 terjadi di tengah kampanye disinformasi yang berlangsung di berbagai platform media sosial. Kampanye ini melibatkan berbagai tokoh, mulai dari ekstremis hingga anggota parlemen GOP yang terpilih. Mereka semua mempromosikan teori konspirasi yang telah dibantah bahwa banjir yang menghancurkan di Texas akhir pekan lalu disebabkan bukan oleh hujan yang turun dalam waktu singkat, tetapi oleh serangan yang ditargetkan terhadap warga Amerika menggunakan senjata energi terarah atau teknologi penyemaian awan untuk memanipulasi cuaca.

Akibat dari teori konspirasi ini tidak hanya merusak sistem radar, tetapi juga menyebabkan ancaman kematian bagi mereka yang salah dituduh sebagai penyebab banjir. Kandiss Taylor, seorang kandidat GOP untuk mewakili distrik kongres ke-1 Georgia, mengungkapkan pandangannya dalam sebuah postingan yang dilihat oleh 2,4 juta orang. Dia menulis, "Cuaca palsu. Badai palsu. Banjir palsu. Palsu. Palsu. Palsu." Sementara itu, Kylie Jane Kremer, direktur eksekutif Women for America First, menulis di X bahwa postingannya telah dilihat sembilan juta kali, "Itu bahkan tidak tampak alami."

Augustus Doricko, pendiri perusahaan penyemaian awan Rainmaker, melaporkan bahwa dia telah menerima lebih dari 100 ancaman kematian melalui email atau X, serta banyak panggilan yang meminta penangkapan dirinya. "Saya pikir kami mungkin telah menerima lebih dari 100 ancaman kematian secara eksplisit, dan mungkin ada satu ukuran lebih banyak panggilan untuk penangkapan saya," ungkapnya dalam wawancara dengan WIRED.

Agensi Nasional Oseanik dan Atmosfer (NOAA) mengonfirmasi bahwa mereka menyadari adanya ancaman baru-baru ini terhadap situs radar cuaca NEXRAD dan sedang bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memantau situasi ini dengan cermat. "NOAA menyadari ancaman baru-baru ini terhadap situs radar cuaca NEXRAD dan sedang bekerja dengan otoritas lokal dan lainnya untuk memantau situasi dengan cermat," ujar juru bicara NOAA, Erica Grow Cei, kepada WIRED.

Situasi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari informasi yang salah dan bagaimana hal itu dapat menyebabkan ketidakamanan bagi individu dan sistem infrastruktur yang penting. Dalam dunia yang semakin terhubung, penting bagi kita untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayainya.

library_books Wired