Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Duolingo Hadapi Reaksi Negatif Setelah Beralih ke AI

Duolingo Hadapi Reaksi Negatif Setelah Beralih ke AI

Duolingo, aplikasi pembelajaran bahasa yang terkenal dengan maskot burung hantu hijau, baru-baru ini mengalami reaksi negatif dari pengguna setelah mengumumkan rencana untuk menjadi perusahaan yang "berbasis AI". Pengumuman ini menciptakan kegelisahan di kalangan pengguna, terutama karena perusahaan ini berencana untuk mengganti pekerja dengan teknologi AI yang dapat melakukan tugas secara otomatis.

Sebelum berita ini muncul, Duolingo dikenal dengan konten kreatif dan menarik di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Namun, ketika berita peralihan ke AI diumumkan, banyak komentar di postingan TikTok Duolingo dipenuhi dengan kemarahan. Pengguna mengekspresikan kekhawatiran mereka tentang pekerja yang berpotensi digantikan oleh otomatisasi.

Reaksi negatif ini mencerminkan tren yang lebih besar di masyarakat. Meskipun semakin banyak orang di Amerika menggunakan teknologi AI seperti ChatGPT, banyak yang merasa jenuh dengan kehadiran AI dalam kehidupan mereka dan siap untuk melawan. Ancaman bahwa bos dapat menggantikan pekerja manusia dengan agen AI menjadi salah satu dari banyak alasan mengapa orang kritis terhadap teknologi AI.

Selain itu, kekhawatiran muncul mengenai kesalahan yang sering terjadi pada output AI, dampak lingkungan, serta potensi masalah kesehatan mental bagi pengguna. Banyak juga yang mengkhawatirkan pelanggaran hak cipta ketika alat AI dilatih menggunakan karya yang sudah ada.

Awalnya, banyak orang terpesona dengan kemampuan AI, seperti membuat kartun atau gambar yang unik. Namun, banyak seniman mulai bersuara, mengungkapkan bahwa karya visual dan teks mereka diambil untuk melatih sistem AI tersebut. Protes dari komunitas kreatif meningkat selama pemogokan penulis Hollywood pada tahun 2023 dan terus berlanjut dengan gelombang gugatan hak cipta yang diajukan oleh penerbit, kreator, dan studio Hollywood.

Saat ini, suasana umum semakin mendukung pekerja yang terdampak. Brian Merchant, mantan kontributor WIRED dan penulis buku "Blood in the Machine", mengatakan, "Saya pikir ada rasa permusuhan baru terhadap sistem AI." Ia menambahkan bahwa perusahaan AI telah dengan cepat mengikuti jejak Silicon Valley, yang sering kali mengabaikan dampak sosial dari inovasi mereka.

Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang penggantian pekerja oleh AI, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan dampak sosial dari teknologi yang mereka kembangkan. Apakah masyarakat akan menerima perubahan ini, atau justru melawan?

library_books Wired