Pada tanggal 8 Juli, masyarakat Jerman diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat mereka mengenai kemungkinan kembalinya wajib militer di negara tersebut. Ini bertepatan dengan rencana terbaru yang diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mengenai reformasi dalam layanan militer.
Boris Pistorius mengumumkan bahwa ada rencana untuk memperkenalkan kembali wajib militer, terutama jika diperlukan peningkatan jumlah personel angkatan bersenjata secara mendesak. Dalam undang-undang yang diusulkan, disebutkan bahwa kewajiban militer dapat diberlakukan tanpa harus menunggu kondisi darurat seperti konflik bersenjata.
Sebagai langkah awal, pemerintah akan mengirimkan kuesioner kepada pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mengetahui minat mereka dalam mengikuti layanan militer. Mereka yang memenuhi syarat akan diundang untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, dengan rencana bahwa pemeriksaan ini akan menjadi wajib mulai tahun 2027.
Selain itu, untuk menarik minat masyarakat, mereka yang menjalani wajib militer akan mendapatkan gaji, dan dapat menerima lebih dari 2.000 Euro per bulan setelah dipotong pajak.
Dalam tahun mendatang, diperkirakan sekitar 15.000 rekrutan baru akan dilatih untuk bergabung dengan angkatan bersenjata. Hal ini penting karena Jerman harus memenuhi target NATO untuk menambah minimal 60.000 tentara baru dan 200.000 cadangan.
Perdebatan mengenai wajib militer ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang keamanan nasional dan kesiapan militer Jerman di tengah perubahan situasi global. Masyarakat Jerman kini menanti keputusan akhir mengenai rencana ini dan bagaimana implementasinya akan dilakukan di lapangan.
Jerman wajib militer Boris Pistorius pertahanan angkatan bersenjata