Menurut laporan dari Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), satu dari sepuluh anak yang menjalani pemeriksaan di klinik kesehatan yang dikelola oleh PBB di Gaza mengalami malnutrisi. Hal ini disampaikan oleh Juliette Touma, Direktur Komunikasi UNRWA, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan secara daring dari Amman, Selasa kemarin.
Touma menjelaskan bahwa tim kesehatan mereka telah mengonfirmasi bahwa angka malnutrisi di Gaza semakin meningkat, terutama sejak pengepungan diperketat lebih dari empat bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 2 Maret. Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat banyak anak di Gaza yang sangat bergantung pada bantuan makanan dan kesehatan.
Badan-badan bantuan internasional telah memperingatkan bahwa ancaman kelaparan semakin mendekat di beberapa bagian Gaza, terutamanya di wilayah utara, di mana akses untuk mendapatkan makanan dan bantuan lainnya sangat terbatas. Peningkatan malnutrisi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi kesehatan anak-anak dan masa depan mereka.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian dan dukungan dari komunitas internasional untuk membantu anak-anak dan keluarga yang sangat membutuhkan di Gaza. Tanpa bantuan yang memadai, banyak anak di daerah tersebut akan terus menghadapi risiko kesehatan yang serius.
Gaza malnutrisi anak UNRWA kesehatan