JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adisatrya Suryo Sulisto, menyoroti kondisi perdagangan dunia yang semakin tidak menentu. Dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Adisatrya menekankan pentingnya penguatan ketahanan produk nasional.
Menurut Adisatrya, Indonesia saat ini menghadapi tantangan berat dalam bidang perdagangan. Ia menyatakan bahwa diperlukan peningkatan perdagangan antarwilayah serta penguatan pertahanan dalam negeri terhadap serbuan produk impor. Selain itu, ia juga mengharapkan sikap agresif dari pemerintah untuk menembus pasar luar negeri.
"Kontribusi ekspor kita masih didominasi produk-produk primer seperti CPO (minyak sawit mentah) dan batubara. Ini menunjukkan bahwa inovasi dari produsen-produsen dalam negeri belum maksimal dalam menciptakan nilai tambah," ungkapnya.
Adisatrya Suryo Sulisto juga mendorong agar produk-produk olahan nasional dapat menjangkau pasar-pasar luar negeri, termasuk pasar-pasar baru. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional dan memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.
Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk dalam negeri agar tidak hanya bergantung pada ekspor barang mentah. Dengan demikian, diharapkan produk nasional dapat lebih berdaya saing dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Keseriusan pemerintah dan semua pihak terkait dalam memperkuat produk nasional akan sangat berpengaruh terhadap masa depan perdagangan Indonesia di tingkat global.
DPR RI produk nasional perdagangan ekspor Adisatrya Suryo Sulisto