Dalam perdebatan terkini mengenai aturan liburan musim panas di Jerman, beberapa negara bagian, termasuk NRW, telah mengajukan kritik terhadap sistem rotasi yang ada. Aturan ini mengatur bahwa setiap negara bagian memiliki jadwal liburan yang berbeda-beda, dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas perjalanan dan permintaan akomodasi liburan. Namun, terdapat dua pengecualian, yaitu Bayern dan Baden-Württemberg, yang selalu memulai liburan mereka terakhir.
Markus Söder, Menteri Presiden Bayern, menanggapi kritik tersebut dengan mengatakan, "Kami memiliki ritme liburan kami sendiri, yang sudah menjadi bagian dari DNA orang Bayern." Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi liburan bagi masyarakat di Bayern.
Sementara itu, Christoph Ploß, Koordinator Pariwisata pemerintah Jerman, juga menyuarakan pendapatnya mengenai masalah ini. Ia meminta adanya "penyebaran" waktu liburan yang lebih baik. Dalam wawancara dengan Bild-Zeitung, Ploß menyatakan, "Saya percaya bahwa lebih banyak fleksibilitas dan penyebaran waktu liburan sangat penting."
Ploß juga mengusulkan agar aturan khusus untuk Bayern dan Baden-Württemberg diakhiri. Menurutnya, rotasi antara semua negara bagian akan menciptakan keadilan dan variasi, sehingga setiap orang dapat merasakan liburan di bulan Juni atau bahkan September.
Aturan yang ada saat ini memberikan kerugian ganda bagi siswa dan orang tua di negara bagian lainnya. Mereka terpaksa liburan di waktu puncak musim panas, yang berarti biaya perjalanan dan akomodasi yang lebih tinggi. Selain itu, mereka tidak dapat memilih untuk berlibur di periode Pfingst, yang biasanya lebih sepi dan cuacanya sudah cukup hangat.
Dengan adanya perdebatan ini, diharapkan akan ada perubahan yang lebih baik mengenai jadwal liburan musim panas di Jerman, sehingga semua pihak dapat diuntungkan.
liburan musim panas Jerman Bayern kritik sekolah