Jeremy Corbyn, mantan pemimpin Partai Buruh Inggris, akan mengadakan tribunal Gaza untuk menyelidiki sejauh mana keterlibatan Inggris dalam kampanye militer Israel di wilayah Palestina yang terjebak dalam pengepungan.
Saat ini Corbyn menjabat sebagai anggota independen di parlemen dan dikenal sebagai pengkritik dukungan Inggris terhadap Israel. Banyak kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum internasional menyebut situasi di Gaza sebagai genosida. Genosida adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk menghancurkan, baik seluruhnya maupun sebagian, suatu kelompok etnis atau nasional.
Corbyn sebelumnya telah mencoba mengajukan undang-undang di parlemen untuk membentuk tribunal publik independen. Tribunal ini mirip dengan tribunal yang diadakan mengenai perang Irak, yang bertujuan untuk menyelidiki peran Inggris dalam konflik tersebut.
Pada awal bulan Juni, Corbyn menyatakan kepada Middle East Eye bahwa pemerintah Perdana Menteri Keir Starmer harus memutuskan apakah mereka akan mendukung penyelidikan tersebut atau "menghalangi upaya kami untuk mengungkap kebenaran".
Namun, pada 4 Juli, pemerintah Partai Buruh memblokir upaya tersebut dalam pembacaan undang-undang di parlemen. Ini menunjukkan ketidaksetujuan pemerintah terhadap inisiatif Corbyn.
Selama operasi militer Israel di Gaza, Inggris telah memasok senjata kepada Israel. Operasi ini telah menyebabkan hampir 60.000 orang tewas dan melibatkan pembersihan etnis warga Palestina dari rumah mereka di berbagai bagian wilayah tersebut.
Tribunal Gaza yang akan dipimpin oleh Corbyn diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peran Inggris dalam konflik ini dan dampaknya terhadap warga sipil Palestina.
Jeremy Corbyn tribunal Gaza Inggris Israel Palestina