Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Fenomena "Quiet Cracking" Menghambat Karir Karyawan

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, fenomena yang dikenal dengan nama "quiet cracking" dapat menjadi penghalang besar bagi kemajuan karir karyawan. Menurut survei yang dilakukan oleh TalentLMS pada Maret 2025, sekitar 54% karyawan mengaku mengalami kondisi ini, dan hampir satu dari lima mengatakan bahwa fenomena ini terjadi secara teratur.

Quiet cracking adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan di mana seseorang merasa tidak puas dengan pekerjaannya, tetapi tidak sampai pada tahap kelelahan yang parah seperti burnout. Berbeda dengan quiet quitting, di mana karyawan hanya melakukan pekerjaan yang minimal, quiet cracking lebih halus dan dapat menghambat kemajuan karir secara perlahan. Fenomena ini dapat terjadi tanpa disadari dan bisa mengganggu semangat kerja serta produktivitas seseorang.

Seiring dengan meningkatnya tekanan di tempat kerja, penting bagi karyawan untuk dapat mengenali tanda-tanda dari quiet cracking. Beberapa ciri yang bisa diwaspadai termasuk merasa tidak termotivasi, kurangnya antusiasme dalam menyelesaikan tugas, serta merasa terjebak di posisi yang sama tanpa adanya perkembangan. Jika dibiarkan, perasaan ini dapat mengganggu momentum karir dan membuat karyawan merasa terjebak.

Karyawan yang mengalami quiet cracking perlu proaktif dalam mencari solusi. Mengidentifikasi penyebab dari perasaan tidak puas tersebut adalah langkah awal yang penting. Diskusi dengan atasan tentang harapan dan tujuan karir juga dapat membantu. Selain itu, mencari dukungan dari rekan kerja atau mentor bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi perasaan ini.

Kesadaran akan adanya fenomena ini sangat penting untuk menghindari penurunan semangat kerja. Dengan mengenali dan mengatasi quiet cracking, karyawan dapat kembali menemukan motivasi dan meningkatkan peluang untuk berkembang dalam karir mereka. Mengingat bahwa lebih dari setengah karyawan mengalami kondisi ini, penting bagi setiap individu untuk tidak merasa sendirian dan mencari cara untuk mengatasi perasaan yang menghambat ini.

library_books Forbes