Washington, D.C. – Usaha Presiden Donald Trump untuk mengalihkan perhatian dari skandal Jeffrey Epstein tampaknya tidak berhasil. Hasil survei yang dilakukan oleh The Economist dan YouGov menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga warga Amerika Serikat, termasuk separuh dari pemilih Partai Republik, percaya bahwa pemerintah sedang menutupi bukti terkait skandal tersebut.
Skandal Jeffrey Epstein, seorang pengusaha yang ditangkap karena dugaan perdagangan manusia dan pelecehan seksual, telah menarik perhatian publik dan media. Banyak orang merasa bahwa ada hal-hal yang disembunyikan oleh pemerintah mengenai keterlibatan berbagai pihak dalam skandal ini.
Akibatnya, tingkat persetujuan terhadap Trump mengalami penurunan yang signifikan. Saat ini, net approval rating-nya mencapai angka -15, menandakan bahwa lebih banyak orang yang tidak setuju dengan kebijakannya dibandingkan yang setuju. Tidak hanya pemilih dari Partai Demokrat yang merasa tidak puas, tetapi juga dari kalangan Partai Republik.
Selain itu, penilaian terhadap cara Trump menangani berbagai isu penting seperti ekonomi, inflasi, dan imigrasi juga menunjukkan penurunan sejak ia menjabat pada bulan Januari. Ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Trump meluas, bahkan di negara bagian yang sebelumnya memberikan suara untuknya.
Para analis politik menyatakan bahwa situasi ini dapat mempengaruhi kemungkinan Trump untuk terpilih kembali pada pemilihan mendatang. Ketidakpuasan yang meluas menciptakan tantangan besar bagi presiden saat ia mencoba untuk membangun kembali dukungan publik.
Dengan skandal yang terus berkembang dan opini publik yang semakin negatif, masa depan politik Trump tampak semakin tidak pasti. Warga negara di seluruh negeri terus memantau perkembangan situasi ini, berharap untuk mendapatkan kejelasan mengenai kebenaran yang tersembunyi di balik skandal Epstein.
Donald Trump Jeffrey Epstein polling pemerintahan skandal