Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Gaya Pengasuhan FAFO: Pelajaran Hidup Lewat Konsekuensi

Seorang ibu bernama Carla Dillon dari Kanada baru-baru ini menarik perhatian banyak orang dengan metode disiplin yang unik untuk anaknya yang berusia 13 tahun. Setelah mencoba berbagai cara, termasuk meminta anaknya menulis kalimat permohonan maaf sebanyak 100 kali, Carla menghadapi situasi yang tak terduga saat anaknya menyemprotkan air menggunakan pistol air di sebuah perkemahan. Dengan kesal, Carla mengambil keputusan drastis: ia melempar anaknya ke kolam, pakaian dan semua.

"Beberapa pelajaran terbaik dalam hidup adalah pelajaran yang sulit," ungkap Carla. Tindakan ini mengisyaratkan pendekatan baru yang dikenal dengan istilah FAFO, singkatan dari “F—Around and Find Out.” Pendekatan ini semakin populer di kalangan orang tua yang ingin mendidik anak-anak mereka dengan cara yang lebih tegas.

FAFO, yang sering diucapkan "faff-oh", mengusung gagasan bahwa orang tua bisa memberikan peringatan, tetapi jika anak melanggar aturan, mereka harus siap menghadapi konsekuensi. Misalnya, jika anak tidak membawa jas hujan, mereka harus berjalan pulang di tengah hujan lebat. Jika mereka menolak makan lasagna, mereka harus menunggu sampai sarapan. Bahkan jika anak meninggalkan mainan di lantai, mereka mungkin harus mencarinya di tempat sampah.

Dalam beberapa dekade terakhir, pendekatan pengasuhan yang lebih lembut dan permisif telah menjadi hal yang umum. Namun, banyak ahli berpendapat bahwa metode ini dapat menyebabkan masalah bagi Generasi Z saat mereka memasuki usia dewasa. Survei menunjukkan bahwa banyak orang dewasa muda mengalami kesulitan dalam hubungan di tempat kerja, serta berjuang dengan depresi dan kecemasan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kurangnya batasan dari orang tua berkontribusi pada masalah ini?

Bagi orang tua yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun berusaha memenuhi kebutuhan emosional anak tanpa terlalu permisif, gaya FAFO bisa terdengar sangat sederhana dan efektif. Pendekatan ini menekankan pentingnya konsekuensi sebagai bagian dari proses belajar bagi anak-anak. Dengan cara ini, diharapkan anak-anak dapat belajar dari kesalahan mereka dan memahami tanggung jawab lebih baik di masa depan.

library_books Wsj