Peneliti dari Swiss telah mencapai terobosan yang luar biasa dengan mengembangkan kayu yang dapat bercahaya dalam gelap tanpa menggunakan listrik. Inovasi ini berpusat pada jamur parasit yang dikenal sebagai ringless honey fungus, yang secara alami memproduksi zat yang memancarkan cahaya, yaitu luciferin.
Para ilmuwan melakukan inkubasi kayu balsa dengan jamur tersebut dalam kondisi lembap selama tiga bulan. Hasilnya, serat jamur dapat menyebar melalui kayu dan memicu luminesensi hijau saat terpapar oksigen. Proses ini tidak hanya indah, tetapi juga menjaga integritas kayu itu sendiri.
Meskipun jamur tersebut dapat memecah lignin—komponen yang bertanggung jawab atas kekerasan—selulosa tetap utuh. Ini berarti bahwa bahan kayu masih memiliki kekuatan struktural sambil memancarkan cahaya. Stabilitas ini membuka peluang untuk penggunaan yang kreatif dan berkelanjutan, mulai dari bangku taman yang bercahaya lembut hingga panel dekoratif yang bersinar di malam hari.
Cahaya yang dihasilkan dapat bertahan hingga 10 hari, dengan panjang gelombang sekitar 560 nanometer. Para peneliti saat ini sedang menjajaki cara untuk membuat cahaya ini lebih terang dan lebih tahan lama. Bayangkan rumah di masa depan dengan pegangan tangga yang bercahaya untuk memberikan keamanan saat pemadaman listrik atau tanda jalan bioluminescent yang mengurangi kebutuhan energi.
Tim di Empa, yang dipimpin oleh Dr. Francis Schwarze, menggambarkan karya ini sebagai langkah menuju solusi desain ramah lingkungan, yang menggabungkan bahan alami dengan fungsionalitas cerdas. Jika berhasil, kayu bercahaya ini dapat mengurangi ketergantungan kita pada pencahayaan tradisional dan menambah lapisan keberlanjutan yang menawan dalam kehidupan perkotaan.
kayubercahaya penelitian bioluminescence energi teknologi