Kanselir Jerman, Friedrich Merz, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai Israel dan Iran dalam KTT G7 yang diadakan di Kanada bulan lalu. Seorang jurnalis asal Jerman menanyakan apakah Israel mungkin akan melakukan serangan militer lagi terhadap Iran. Jurnalis tersebut menyebut tindakan semacam itu sebagai drecksarbeit yang berarti "pekerjaan kotor". Istilah ini, seperti yang dicatat oleh Lemkin Institute, pernah digunakan oleh pejabat Nazi untuk membenarkan tindakan mereka dan mengandung bahasa yang merendahkan serta mengarah pada genosida.
Merz menyambut istilah tersebut dengan antusias, mengatakan: "Ini adalah pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua." Ia kemudian menambahkan, "Rezim Iran telah membawa kematian dan kehancuran ke dunia." Pernyataan ini mengundang banyak kritik karena dianggap tidak sensitif dan bermasalah.
Pernyataan Merz mencerminkan pandangan yang lebih luas tentang hubungan antara Jerman dan Israel. Sebelumnya, mantan Kanselir Angela Merkel pernah menyatakan bahwa Israel merupakan bagian integral dari "alasan negara" Jerman, dengan keamanan Israel terkait langsung dengan keberadaan Jerman. Pernyataan ini menunjukkan betapa dalamnya hubungan antara kedua negara, di mana tanpa Israel, Jerman mungkin tidak akan ada.
Saat Israel melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat Palestina, hal itu tidak hanya dilakukan dengan dukungan Jerman, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah kekerasan negara Jerman. Ini mencakup genosida terhadap Palestina yang dibangun di atas genosida terhadap orang Yahudi, serta genosida sebelumnya terhadap orang Afrika di Namibia.
Mantan Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, juga menunjukkan warisan yang sama ketika ia mempertahankan tindakan Israel terhadap Palestina dengan semangat yang mengingatkan pada pendahulunya yang berasal dari Nazi, Joachim von Ribbentrop. Ini menunjukkan bahwa pandangan dan sikap tersebut masih berlanjut hingga saat ini.
Dalam dunia yang lebih adil, tindakan dan pernyataan seperti ini seharusnya diperiksa dan dipertanggungjawabkan di Pengadilan Internasional. Banyak yang berharap agar dialog mengenai isu-isu ini dapat dilakukan dengan lebih sensitif dan manusiawi, memperhatikan dampak terhadap kehidupan manusia.
Jerman Israel Iran KTT G7 Friedrich Merz