Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Y Chromosome Terancam Punah, Mempengaruhi Kesehatan Pria

Sejak jutaan tahun lalu, Y chromosome telah menjadi bagian penting dalam tubuh pria. Chromosome ini menyimpan gen SRY yang memulai perkembangan testis, sehingga memengaruhi ciri-ciri pria. Tapi, ilmuwan memperingatkan bahwa Y chromosome perlahan hilang. Jika terus menghilang dengan kecepatan saat ini, Y chromosome bisa hilang sepenuhnya dalam waktu antara 4 sampai 11 juta tahun lagi.

Penelitian menunjukkan bahwa banyak pria mulai kehilangan Y chromosome di beberapa sel darah putih mereka sejak usia 50 tahun. Sampai usia 80 tahun, sekitar 40 persen pria mungkin mengalami kondisi yang disebut "mosaic loss of Y" (LOY). Kondisi ini berkaitan dengan umur yang lebih pendek, gagal jantung, Alzheimer, dan berbagai jenis kanker.

Lebih jauh, penelitian mengungkap bahwa LOY tidak hanya melemahkan sistem imun, tetapi juga bisa membantu tumor menghindari deteksi. Kehilangan gen pengatur imun seperti UTY menyebabkan sel T menjadi lebih pasif, sehingga kanker bisa tumbuh tanpa terdeteksi. Ironisnya, beberapa tumor tanpa Y chromosome ternyata lebih responsif terhadap pengobatan yang disebut checkpoint inhibitors.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana faktor genetik dan lingkungan mempengaruhi kecepatan kehilangan Y chromosome. Kebiasaan seperti merokok, polusi, dan paparan zat berbahaya mempercepat proses ini. Namun, gaya hidup sehat bisa membantu memperlambat kerusakan ini. Teknologi genomik terbaru memungkinkan dokter memantau perkembangan LOY dan menyesuaikan pengobatan sesuai profil kromosom pasien.

Selain itu, alam mungkin punya cadangan. Beberapa hewan seperti tikus spiny Jepang dan tikus mole dari Eropa Timur telah berevolusi tanpa Y chromosome untuk menentukan jenis kelamin. Pada tikus spiny, sebuah bagian kecil dari gen SOX9 menggantikan fungsi SRY. Ini memberi harapan bahwa manusia juga bisa mengalami evolusi yang mengubah cara menentukan jenis kelamin.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah hilangnya Y chromosome akan menyebabkan spesies manusia punah, berkembang menjadi spesies baru, atau beradaptasi. Untuk saat ini, para ilmuwan menyarankan agar pria mengurangi kebiasaan yang mempercepat LOY, seperti merokok dan terpapar polusi. Mereka juga terus meneliti bagaimana hilangnya kromosom ini mempengaruhi imun, proses penuaan, dan kesehatan pria secara umum.

library_books Science