Pada minggu-minggu mendatang, pemerintah Inggris dikabarkan akan mengumumkan rencana untuk membawa hingga 300 anak Palestina yang mengalami sakit parah dari Gaza ke Inggris agar mendapatkan perawatan medis gratis di NHS, sistem layanan kesehatan nasional Inggris. Setiap anak yang dibawa ke Inggris akan didampingi oleh orang tua atau wali, dan jika perlu, juga adik-beradik, meskipun beberapa dari mereka kemungkinan besar tidak akan kembali ke Gaza karena kondisi yang sangat kritis.
Kebijakan ini merupakan hasil dari kampanye selama 20 bulan yang dilakukan oleh dokter, pengacara, dan aktivis kemanusiaan yang meminta pemerintah Inggris untuk membuat skema serupa dengan yang pernah dibuat untuk warga Ukraina yang membutuhkan evakuasi medis. Kampanye ini meningkat setelah serangan besar-besaran Israel ke Gaza yang menyebabkan sistem kesehatan di sana hancur total.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 12.000 orang dewasa dan anak-anak di Gaza membutuhkan evakuasi medis segera. Sejak bulan Oktober 2023, lebih dari 7.000 warga Palestina telah dievakuasi, sebagian besar menuju negara tetangga seperti Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Beberapa negara Eropa, termasuk Italia, Spanyol, dan Rumania, serta Amerika Serikat, juga membantu dalam proses evakuasi ini.
Sampai sekarang, Inggris baru mengizinkan tiga anak Palestina masuk ke negara tersebut untuk mendapatkan perawatan medis secara pribadi yang didanai sendiri. Ketiga anak ini dibawa ke Inggris oleh kelompok yang bernama Project Pure Hope.
Kebijakan baru ini diharapkan dapat membantu anak-anak yang sangat membutuhkan bantuan medis dan memperlihatkan kepedulian Inggris terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Banyak pihak berharap, langkah ini akan memberi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang melawan luka dan penyakit akibat konflik yang berkepanjangan.
Pemerintah Inggris anak Palestina perawatan medis NHS Gaza evakuasi konflik Israel-Palestina