Pada usia mereka yang ke-50 tahun, banyak wanita mulai memperhatikan kesehatan mereka, terutama terkait otak dan penyakit Alzheimer. Salah satu wanita yang berperan penting dalam hal ini adalah Maria Shriver, yang mendirikan Women’s Alzheimer’s Movement pada tahun 2010. Ia memulai inisiatif ini setelah melihat ayahnya menderita Alzheimer dan menyadari bahwa perempuan kurang terwakili dalam cerita tentang penyakit ini.
Women’s Alzheimer’s Movement awalnya didirikan saat Maria Shriver masih menjabat sebagai Ibu Negara California. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran dan penelitian tentang Alzheimer, khususnya yang melibatkan wanita. Saat ini, setelah 12 tahun, organisasi ini telah menjadi bagian dari Cleveland Clinic, sebuah pusat penelitian medis terkenal.
Baru-baru ini, pusat riset dan pengobatan Alzheimer di Las Vegas yang bekerja sama dengan organisasi ini mendapatkan dana sebesar 8 juta dolar AS, atau sekitar 120 miliar rupiah. Dana ini akan digunakan untuk mempercepat penelitian tentang pencegahan Alzheimer, karena sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini.
Maria Shriver menekankan bahwa penting untuk mulai menjaga kesehatan otak sejak dini. Ia menyarankan agar orang, termasuk yang masih berusia 20-an, menjalankan pola hidup sehat seperti berolahraga secara teratur, tidur cukup, dan mengonsumsi makanan yang baik untuk otak.
Selain itu, berbagai perempuan hebat lain yang berperan dalam bidang kesehatan dan penelitian juga mendapatkan pengakuan. Mereka adalah wanita-wanita yang menggunakan pengaruh dan wawasan mereka untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Baca lebih lengkap tentang daftar perempuan berpengaruh tahun ini di #ForbesOver50 melalui tautan di bio kami.
Alzheimer wanita kesehatan otak pencegahan penelitian Women’s Alzheimer’s Movement