Banyuwangi — Sinergi antara TNI, Polri, dan Pondok Pesantren kembali terjalin dalam sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan sawah milik Bapak Brahim yang terletak di Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo.
Pada hari ini, warga dan santri dari Pondok Pesantren Mansya’ul Huda turut serta dalam kegiatan penanaman jagung secara serentak di lahan seluas 0,5 hektar. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya bersama untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yang juga memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.
Penanaman jagung ini dilakukan secara bersamaan, menunjukkan kekompakan dan komitmen semua pihak dalam menghadapi tantangan kebutuhan bahan pangan. Menurut salah satu petugas, kegiatan ini tidak hanya membantu meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara TNI, Polri, dan warga.
Selain itu, kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk Korem 083/Baladhika Jaya dan Kodim 0825 Banyuwangi. Mereka berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa.
Kegiatan ini juga diabadikan dalam foto oleh tim dari Korem 083/Baladhika Jaya dan diunggah di berbagai media sosial dengan tagar #BhirawaAnoraga dan #Produktif, sebagai bentuk promosi kegiatan positif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian dari program besar yang digalang oleh TNI dan Polri untuk bersinergi dengan rakyat dan alam, demi mewujudkan NKRI yang kuat dan sejahtera. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Banyuwangi dan Indonesia secara umum.
TNI Polri Pondok Pesantren Banyuwangi ketahanan pangan penanaman jagung