Dalam setahun terakhir, sebanyak 50.000 pengaduan terkait sengketa kartu kredit dan debit dilaporkan ke Badan Perlindungan Konsumen Keuangan (CFPB) di Amerika Serikat. Banyak dari pengaduan tersebut berhubungan dengan proses yang rumit dan sering membuat pelanggan merasa tidak puas.
Kini, sebuah startup berusia tiga tahun bernama Casap hadir dengan solusi inovatif. Perusahaan ini baru saja mendapatkan dana sebesar 25 juta dolar AS dari berbagai investor ternama, termasuk Emergence Capital dari Silicon Valley, yang memimpin pendanaan tersebut. Selain itu, Lightspeed Venture Partners, Primary Venture Partners, dan SoFi juga turut berinvestasi.
Casap menawarkan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi sebagai sistem pencatatan dan pelacakan sengketa kartu kredit dan debit. Dengan teknologi ini, proses penyelesaian sengketa di bank menjadi lebih cepat dan terorganisir. Sistem ini mampu memantau setiap langkah sengketa mulai dari pengajuan hingga penyelesaian, sehingga bank dan pelanggan dapat lebih mudah mengelola proses yang sebelumnya sangat kompleks dan diatur ketat oleh regulasi.
Menurut CEO Casap, teknologi ini membantu bank meningkatkan layanan mereka sekaligus mengurangi ketidakpuasan pelanggan. "Dengan AI, kami bisa mempercepat proses dan mengurangi kesalahan manusia dalam menangani sengketa kartu," ujarnya.
Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi jumlah pengaduan serta meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bank-bank di seluruh dunia. Dengan dana baru ini, Casap berencana memperluas penggunaan teknologi mereka dan memperkenalkan layanan ini ke lebih banyak bank di berbagai negara.
AI startup bank sengketa kartu teknologi investasi inovasi