Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel Berencana Kendali Penuh Gazastreifen, Netanyahu: Tujuan Bukan Pendudukan

Pada hari ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Israel berencana untuk menguasai seluruh wilayah Gazastreifen. Pengumuman ini disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan stasiun TV Amerika Serikat, Fox News. Ia menyatakan bahwa Israel tidak ingin menduduki wilayah tersebut secara permanen. Tujuan utama mereka adalah membebaskan Gazastreifen dari pengaruh kelompok teroris Hamas dan kemudian menyerahkannya kepada kekuatan Arab yang mampu mengelola wilayah itu secara baik.

Netanyahu menegaskan, "Kami ingin memiliki batas keamanan. Kami tidak ingin menguasai wilayah itu secara langsung." Ia menambahkan, bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan Israel dari ancaman Hamas, yang menurut Netanyahu, selalu mengancam keberadaan Israel.

Wawancara ini dilakukan menjelang sebuah rapat penting dari kabinet keamanan Israel. Menurut laporan media, rapat ini bertujuan membahas langkah-langkah selanjutnya dalam operasi di Gaza. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran di komunitas internasional, termasuk PBB.

Di berbagai kota di Israel, seperti Yerusalem dan Tel Aviv, masyarakat menggelar demonstrasi menentang rencana memperluas konflik ke wilayah Gaza. Mereka khawatir konflik akan semakin meluas dan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa yang lebih banyak.

Sementara itu, PBB melalui wakilnya, Miroslav Jenca, menyatakan keprihatinannya terhadap rencana Israel. Ia menyebutkan bahwa menurut hukum internasional, Gaza harus tetap menjadi bagian dari negara Palestina yang akan datang. "Gazastreifen adalah bagian penting dari masa depan negara Palestina dan harus tetap utuh," katanya.

Pengumuman ini menimbulkan berbagai reaksi dari dunia internasional. Sebagian negara mendukung langkah Israel, tetapi banyak juga yang mengingatkan akan bahaya konflik yang semakin meluas dan perlunya menyelesaikan masalah secara damai.

library_books Tagesschau