Pada tahun ini, influencer terkenal Kylie Swanson memutuskan pindah ke Nantucket dan membuat kamp eksklusif selama empat hari yang harganya mencapai Rp 57 juta. Kamp ini ditujukan untuk pengikutnya dan menarik perhatian banyak orang. Namun, keputusannya ini memicu berbagai komentar dan kritik dari warga setempat.
Nantucket, sebuah pulau kecil di Amerika Serikat yang dikenal dengan keindahan alam dan budaya yang unik, merasa keberatan dengan kehadiran Swanson. Banyak warga dan pemilik bisnis lokal merasa bahwa kehadiran Swanson dan kegiatan yang dia lakukan tidak menghormati budaya setempat dan justru merusak ekonomi mereka.
Beberapa pemilik bisnis mengungkapkan bahwa Swanson dan mantan manajernya meminta produk gratis, menginap di hotel secara gratis, dan mendapat diskon untuk pengalaman yang dia promosikan di media sosial. Mereka melakukannya agar mendapatkan perhatian dan promosi dari followers Swanson.
Di sisi lain, Kylie Swanson sendiri merasa bahwa dia berhak untuk menikmati dan menikmati keindahan Nantucket. Dia menyebut bahwa cita-cita Amerika Serikat, termasuk di Nantucket, adalah tentang mengejar impian dan kebebasan tanpa harus membayar harga yang tinggi.
Menurut Swanson, banyak orang di Nantucket yang senang bekerja sama dengannya dan dia merasa bahwa tidak ada biaya masuk yang harus dibayar untuk menikmati keindahan dan budaya pulau tersebut. Ia percaya bahwa semua orang berhak mendapatkan bagian dari keindahan Nantucket tanpa harus membayar mahal.
Kritik terhadap kegiatan Swanson ini menunjukkan adanya ketegangan antara keinginan untuk modernisasi dan promosi melalui media sosial dengan pelestarian budaya dan ekonomi lokal. Banyak warga berharap agar influencer dan orang luar menghormati budaya dan ekonomi setempat agar pulau ini tetap lestari dan nyaman bagi semua.
Kylie Swanson Nantucket influencer kamp eksklusif kontroversi ekonomi lokal sosial media budaya travel mewah