Industri wellness adalah pasar besar yang bernilai sekitar Rp90 triliun dan 82% orang Amerika mengatakan bahwa kesehatan adalah prioritas utama mereka. Namun, ada pertanyaan penting: apakah semua layanan dan produk yang dijual benar-benar membantu kesehatan, atau hanya sekadar gaya hidup mewah yang mengontrol kita?
Dalam sebuah episode podcast 'Explain It to Me', tim media mengunjungi Kuya Wellness di Austin, Texas. Di sana, mereka menemukan tren baru yang sedang berkembang di dunia kesehatan, yaitu klub-klub longevity. Di tempat ini, anggota membayar mahal untuk perawatan penyembuhan dan perawatan diri, tetapi tidak ada alat olahraga yang disediakan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak bentuk perawatan diri yang mahal dan eksklusif bisa jadi tidak selalu memberikan manfaat kesehatan yang nyata. Sebaliknya, banyak layanan ini tampaknya lebih berfungsi sebagai alat kontrol sosial dan gaya hidup mewah yang memanjakan diri.
Selain itu, industri wellness ini juga memiliki sejarah panjang dan motif tertentu yang membuat banyak orang tergoda untuk ikut serta. Banyak yang berinvestasi besar-besaran demi mencapai umur panjang dan kesehatan optimal, padahal belum tentu manfaatnya sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Podcast ini juga mengajak pendengar untuk memahami siapa yang ditargetkan oleh industri ini. Biasanya, mereka yang mampu secara finansial dan ingin menunjukkan status sosial. Jadi, tidak heran jika industri wellness sering dikaitkan dengan gaya hidup elit dan eksklusif.
Jika ingin tahu lebih dalam tentang sejarah dan motivasi di balik industri wellness, serta bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat, Anda bisa mendengarkan podcast ini di platform favorit Anda. Industri ini memang sedang berkembang pesat dan menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, tetapi kita juga perlu kritis menilai manfaat dan tujuan sebenarnya dari semua layanan yang ditawarkan.
wellness kesehatan industri longevity self-care