Pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 SMP Negeri 1 Ponorogo, sekolah ini menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai seni dan budaya kepada para siswa. Pada hari Jumat, 8 Agustus 2025, di halaman sekolah, dua dalang cilik, Arganata Prayudiatama dan Dewangga Risang Probo Aji, tampil memukau memainkan lakon Dewa Ruci. Mereka didampingi oleh Grup Karawitan Sri Manunggal, yang terdiri dari siswa-siswi SMPN 1 Ponorogo.
Grup ini baru saja meraih juara dalam Festival Karawitan Pelajar yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo. Penampilan mereka mendapatkan perhatian dari Kang Bupati, yang hadir dalam acara tersebut. Ia tampak tersenyum dan mengangguk saat menyaksikan pertunjukan mereka.
Kang Bupati menyampaikan bahwa SMPN 1 Ponorogo lebih dari sekadar sekolah yang mengajarkan ilmu akademik. Menurutnya, sekolah ini adalah "Kawah Candradimuka" yang membentuk karakter dan mental spiritual siswa. Ia menjelaskan bahwa sekolah ini bertugas membentuk pribadi yang utuh, lembut hatinya, dan berkarakter bangsa.
"Ini Kawah Candradimuka, untuk gembleng pengetahuan, mental spiritual, karakter kebangsaan, dan budaya. Orang yang hebat itu cerdas otaknya, tebal imannya, dan budayani, hatinya lembut," kata Kang Bupati.
Selain itu, Kang Bupati berharap, di usia ke-79 ini, SMPN 1 Ponorogo semakin memperkuat perannya dalam membentuk generasi berkarakter. Ia juga menuturkan sejarah panjang sekolah ini yang berawal dari semangat perjuangan kemerdekaan. Pada tahun 1946, di tengah situasi perang dan transportasi yang sulit, hanya ada satu SMP di Karesidenan Madiun, yaitu SMP Negeri 1 Madiun.
Tiga tokoh pendidikan, yaitu Parwoto Hadiwijoyo, Kamil Pranowo, dan R. Suryo Martono, kemudian menginisiasi pendirian SMP Negeri 1 Ponorogo. Sejak saat itu, sekolah ini menjadi pionir pendidikan tingkat menengah pertama di Ponorogo dan telah melahirkan banyak tokoh hebat yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.
SMPN 1 Ponorogo budaya seni HUT ke-79 Dalang cilik Karawitan pendidikan sejarah