Shaun Michael Lewis adalah seorang CEO yang merasa khawatir tentang masa depan jaminan sosial. Ia termasuk dalam generasi yang tidak yakin jaminan sosial akan tersedia saat mereka membutuhkannya. Keyakinan ini memengaruhi banyak pilihan karier awalnya, sehingga ia lebih memilih bekerja di pemerintahan karena dianggap lebih aman. Setelah berpindah-pindah industri dan bekerja di berbagai negara, Shaun kini menjalani kehidupan sebagai CEO dengan pendapatan sekitar Rp3,8 miliar per tahun. Dengan penghasilan ini, bersama istri, mereka termasuk golongan penghasil tinggi. Namun, meski penghasilannya besar, mereka sadar bahwa jika harus pensiun hari ini dan mempertahankan gaya hidup saat ini, mereka tidak bisa melakukannya. Mereka termasuk dalam kategori HENRYs, yaitu High Earners, Not Rich Yet. Pengaruh inflasi gaya hidup dan langkah strategi karier yang cermat sangat memengaruhi kondisi keuangan mereka. Shaun menceritakan bahwa kekhawatiran ini mendorongnya untuk terus mengelola keuangan dengan hati-hati dan melakukan keputusan yang bijak demi masa depan finansial yang lebih aman.
CEO HENRYs keuangan jaminan sosial karier lifestyle inflation