Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Amerika Bangkitkan Fasilitas Perang Lama di Pasifik Hadapi China

Seiring meningkatnya kekuatan militer China, Amerika Serikat mulai menghidupkan kembali fasilitas perang lama di kawasan Pasifik. Pulau Tinian, yang pernah digunakan untuk melancarkan serangan ke kota-kota di Jepang selama Perang Dunia II, kini menjadi pusat perhatian. Pulau ini memiliki empat landasan pacu baru yang telah diperbaiki, yang dapat digunakan sebagai alternatif dari dua landasan di pangkalan udara Guam.

China telah membangun persenjataan misil yang sangat banyak, yang mampu menyerang pangkalan milik Amerika di laut. Situasi ini membuat militer Amerika harus mengubah strategi, karena mereka tidak bisa lagi menumpukan pesawat di pangkalan besar dekat lokasi konflik seperti sebelumnya. Sekarang, mereka harus siap bertahan dan berperang di area yang sangat luas, yang dikenal sebagai zona "kill zone" China.

Jika terjadi perang antara Amerika dan China, situasinya bisa sangat mengerikan dan menghancurkan. Kedua negara sudah memiliki senjata nuklir, yang bisa menyebabkan kerusakan besar jika digunakan.

Selain itu, pemimpin China, Xi Jinping, berencana agar angkatan bersenjatanya siap untuk menyerang Taiwan pada tahun 2027. Meski begitu, ada yang mempertanyakan kenapa Amerika tetap mempersiapkan perang dengan cara seperti sedang dalam masa damai.

Fasilitas yang diperbarui ini menunjukkan bahwa Amerika tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan konflik di masa depan, terutama karena ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Pasifik akibat kekuatan China yang sedang berkembang pesat.

library_books Theeconomist