OpenAI, perusahaan yang terkenal dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), baru saja merilis versi terbaru dari ChatGPT yang bernama GPT-5. Versi ini dirancang agar ChatGPT menjadi lebih sopan dan tidak membuat pengguna merasa terganggu. Sebelumnya, jika pengguna meminta sesuatu yang tidak boleh oleh aturan OpenAI, ChatGPT hanya memberikan permintaan maaf singkat dan tidak memberi penjelasan panjang.
Kini, dengan GPT-5, ChatGPT akan memberikan penjelasan lebih lengkap saat menghadapi permintaan yang tidak sesuai. Jadi, jika ada pertanyaan yang melanggar aturan, AI ini tidak hanya menolak, tapi juga menjelaskan alasan mengapa permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi.
OpenAI memiliki aturan yang disebut model spesifikasi, yang menyatakan apa saja yang boleh dan tidak boleh dibuat oleh AI. Contohnya, konten yang menyangkut kesehatan seksual anak-anak dilarang sama sekali. Konten dewasa seperti erotika dan kekerasan ekstrem juga termasuk kategori "sensitif," sehingga hanya boleh dibuat untuk tujuan pendidikan.
GPT-5 saat ini menjadi versi utama yang digunakan oleh semua pengguna ChatGPT di internet dan aplikasi. Pengguna berlangganan berbayar masih bisa mengakses versi sebelumnya. Perubahan besar yang akan dirasakan pengguna adalah ChatGPT sekarang lebih fokus pada "penyelesaian yang aman." Sebelumnya, ChatGPT menilai sendiri apakah pertanyaan pengguna pantas atau tidak. Sekarang, penilaian itu beralih ke apa yang mungkin dikatakan oleh AI, bukan pertanyaan pengguna.
Dengan pembaruan ini, diharapkan ChatGPT bisa memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dan aman bagi semua pengguna, serta mematuhi aturan yang berlaku.
OpenAI GPT-5 ChatGPT teknologi kecerdasan buatan keamanan AI