Henry Chandonnet, seorang jurnalis dari Business Insider, mencoba menguji seberapa baik AI, khususnya ChatGPT, dapat membantu pekerja baru dalam menyelesaikan masalah pekerjaan mereka. Setelah tiga minggu bekerja di tempat baru, Henry merasa perlu mendapatkan saran dan panduan untuk menghadapi tantangan sehari-hari di kantor.
Selama satu minggu, Henry meminta bantuan ChatGPT untuk berbagai masalah, mulai dari mengelola resume hingga menjelaskan keterlambatan kepada bosnya. Ia ingin tahu apakah AI ini benar-benar bisa menjadi asisten yang efektif dan dapat diandalkan dalam konteks profesional.
Dalam beberapa kasus, ChatGPT memberikan saran yang cukup membantu, seperti memberi panduan kedua yang bisa dipertimbangkan oleh Henry. Misalnya, saat ia harus menjelaskan keterlambatannya, AI membantu menyusun penjelasan yang sopan dan profesional.
Namun, tidak semua pengalaman Henry memuaskan. Ada kalanya AI malah membuat kesalahan, bahkan berimajinasi tentang situasi yang tidak nyata, yang disebut sebagai 'hallucination' dalam dunia AI. AI juga menunjukkan kesulitan dalam memberikan dukungan emosional yang tepat, yang penting dalam dunia kerja.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa walaupun AI seperti ChatGPT dapat menjadi alat yang berguna, pengguna tetap harus berhati-hati dan tidak terlalu bergantung padanya dalam hal-hal yang membutuhkan empati dan penilaian manusia.
Cerita lengkap tentang pengalaman Henry Chandonnet menggunakan ChatGPT sebagai pelatih karier bisa dibaca melalui link yang tersedia di bio. Pengujian ini memberikan gambaran nyata tentang kelebihan dan kekurangan AI dalam membantu pekerja profesional, terutama yang baru memulai karier mereka.
AI ChatGPT nasihat karier pekerjaan AI dalam pekerjaan