Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, Craig Murray, seorang penulis dan mantan diplomat, menyampaikan data yang menunjukkan perbedaan besar jumlah korban anak-anak dalam konflik di Ukraina dan Gaza. Menurut Murray, anak-anak hanya menyumbang 0,3 persen dari total kematian di Ukraina, sementara di Gaza, persentasenya mencapai 37,7 persen.
Data ini menunjukkan betapa seriusnya situasi kemanusiaan di Gaza. Sejak bulan Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan sekitar 61.827 warga Palestina dan melukai lebih dari 155.275 orang. Angka ini menunjukkan tingkat kekerasan yang sangat tinggi dan dampaknya terhadap penduduk sipil, terutama anak-anak.
Selain itu, menurut kantor hak asasi manusia PBB, setidaknya 1.760 warga Palestina telah tewas saat mereka sedang mencari bantuan di Gaza sejak akhir Mei. Angka ini diperkirakan lebih tinggi oleh kementerian kesehatan setempat, yaitu sebanyak 1.898 orang. Lebih dari 14.113 orang lainnya juga mengalami luka-luka saat berusaha mendapatkan bantuan.
Kondisi ini menunjukkan betapa sulitnya kehidupan warga Gaza saat ini. Mereka harus berjuang tidak hanya melawan serangan, tetapi juga mencari perlindungan dan bantuan medis di tengah konflik yang berkecamuk. Data ini menjadi pengingat betapa pentingnya perdamaian dan perlindungan terhadap warga sipil, terutama anak-anak yang paling rentan dalam perang.
korban anak perang Ukraina konflik Gaza statistik kematian