Seorang wanita Palestina berusia 20 tahun bernama Marah Abu Zuhri meninggal dunia di rumah sakit di Italia. Marah berasal dari Gaza dan baru saja dievakuasi ke Italia untuk mendapatkan pengobatan. Ia sebelumnya sangat kekurangan gizi dan juga menderita leukemia akut.
Marah dan ibunya terbang ke Italia sebagai bagian dari 31 pasien dan keluarga mereka yang diangkut dengan tiga pesawat oleh pemerintah Italia. Mereka berharap bisa mendapatkan perawatan medis yang tidak tersedia di Gaza karena situasi yang semakin buruk.
Menurut laporan dari rumah sakit di Pisa, Marah masuk ke rumah sakit dengan kondisi sangat kritis, mengalami kerusakan fisik yang parah. Ia kemudian mengalami krisis pernapasan mendadak dan serangan jantung, yang menyebabkan ia meninggal kurang dari dua hari setelah kedatangannya.
Dokter di rumah sakit menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Marah. Mereka menyatakan bahwa kondisi kesehatannya sangat buruk saat tiba dan sayangnya, tidak sempat mendapatkan pengobatan yang cukup.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan bahwa hampir 120 warga Palestina, termasuk pasien dan keluarga mereka, telah dievakuasi ke Italia mulai tahun 2024. Mereka tersebar di kota Roma, Milan, dan Pisa.
Sementara itu, situasi di Gaza semakin memburuk. Para pakar makanan global yang didukung PBB memperingatkan bahwa kemungkinan besar akan terjadi kelaparan besar di wilayah tersebut karena Israel dan pihak lain sedang berupaya membuka akses bantuan ke Gaza.
Kondisi ini menunjukkan betapa beratnya penderitaan warga Gaza yang menghadapi kekurangan makanan dan layanan medis yang sangat terbatas. Evakuasi medis seperti yang dilakukan Italia menjadi harapan terakhir bagi mereka yang membutuhkan perawatan mendesak, namun tragisnya, tidak semua bisa selamat.
Palestina Gaza Evakuasi Medis Italia Kematian Leukemia Gaza Crisis