Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Gus Haris Kenalkan Zona Ekonomi Digital Lewat Bike Vaganza di Kraksaan

Pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025, ribuan orang berkumpul di Rest Area Stadion Gelora Merdeka Kraksaan untuk mengikuti acara Bike Vaganza. Acara ini merupakan kegiatan sepeda santai yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang pentingnya transaksi digital berbasis QRIS.

Titik start dan finish acara penuh semangat ini dihadiri oleh berbagai peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kabupaten Probolinggo saja. Antusiasme masyarakat menunjukkan minat yang tinggi terhadap olahraga sepeda sekaligus edukasi tentang kemudahan transaksi digital. Peserta yang hadir tidak hanya menikmati suasana santai, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru tentang inovasi pembayaran digital.

Bupati Probolinggo, Gus dr Mohammad Haris Damanhuri atau yang dikenal dengan Gus Haris, bersama Kepala BI Malang, Febrina, secara resmi melepas peserta sepeda. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Jawa Timur, Mahdi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten M. Zubaidi, Kapolres Kraksaan, AKBP M. Wahyudin Latif, serta jajaran Forkopimda dan OPD setempat.

Menariknya, Gus Haris dan rombongan tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut mengayuh pedal menyusuri rute yang telah disiapkan. Acara ini menunjukkan bahwa olahraga sepeda bisa menjadi media edukasi tentang digitalisasi ekonomi.

Gus Haris menegaskan bahwa acara ini lebih dari sekadar olahraga. Ia menjelaskan bahwa QRIS, sebagai sistem pembayaran digital berbasis kode QR, memiliki peran penting dalam memberdayakan ekonomi rakyat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar stadion dan kawasan wisata.

"QRIS ini bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga alat pemberdayaan ekonomi rakyat, terutama pelaku UMKM dan PKL di sekitar stadion dan kawasan wisata," ujar Gus Haris.

Lebih lanjut, Gus Haris menyampaikan bahwa Stadion Gelora Merdeka Kraksaan akan diarahkan menjadi zona ekonomi digital. Ia berharap, masyarakat di daerah pedesaan pun dapat merasakan kemudahan transaksi non tunai melalui QRIS.

Sementara itu, Kepala BI Malang, Febrina, mengungkapkan bahwa adopsi QRIS di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan yang sangat pesat. Ia menyebutkan bahwa hingga bulan Juni 2025, jumlah transaksi QRIS di daerah tersebut meningkat sebesar 150 persen, dari 315 ribu transaksi menjadi 1,1 juta transaksi.

Febrina juga menambahkan bahwa BI sedang menyiapkan fitur QRIS Cross Border, yang akan memudahkan pembayaran lintas negara. Dengan adanya fitur ini, wisatawan domestik maupun mancanegara nantinya dapat melakukan pembayaran di destinasi wisata lokal hanya dengan scan QR code.

Acara Bike Vaganza di Kraksaan ini menunjukkan bahwa olahraga dan inovasi digital bisa berjalan bersamaan untuk membangun ekonomi yang lebih maju dan inklusif di berbagai daerah.

library_books Prokopim Sae