Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis ke level 7.905. Padahal, sebelumnya indeks sempat bergerak di zona hijau saat sesi pertama perdagangan. Penurunan ini terutama dipicu oleh saham-saham perbankan besar, seperti Bank BCA (BBCA), yang turun sebanyak 2,65%. Penurunan saham bank besar ini menyebabkan indeks turun sekitar 16 poin.
Namun, di tengah penurunan tersebut, beberapa saham dari sektor energi dan perusahaan konglomerat mampu membantu mengangkat kinerja indeks dengan kenaikan harga yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan positif di beberapa sektor tertentu yang mampu menahan lajunya indeks secara keseluruhan.
Hari itu juga menandai berlakunya rebalancing MSCI yang dilakukan setelah melewati cut-off date. Rebalancing ini mulai berlaku efektif pada 27 Agustus 2025 dan menyebabkan lonjakan aktivitas transaksi di pasar saham. Total transaksi mencapai Rp45,8 triliun, yang menunjukkan adanya rotasi aset secara besar-besaran dari investor global.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia mencapai rekor baru, yaitu Rp10,2 triliun dalam sepuluh hari berturut-turut. Hal ini memperlihatkan bahwa minat dari investor asing terhadap pasar saham Indonesia tetap tinggi, bahkan semakin menguat.
Pertanyaan yang muncul, apakah dana asing ini akan terus mengalir ke pasar saham Indonesia sebagai sebuah katalis positif, atau justru akan meningkatkan volatilitas IHSG dalam waktu dekat? Untuk mendapatkan jawaban dan analisis lengkap, masyarakat dapat menyimak acara Market Buzz di IDX Channel pada pukul 08.30 WIB. Acara ini akan membahas lebih dalam tentang kondisi pasar dan prospek investasi ke depan.
IHSG rebalancing MSCI transaksi saham investor asing pasar saham Indonesia