Pada hari Minggu, Hamas menyatakan bahwa mereka telah menerima beberapa ide dari pihak Amerika Serikat mengenai kemungkinan gencatan senjata di Gaza. Mereka mengatakan siap untuk duduk bersama dan membahas proposal tersebut segera. Hal ini muncul setelah berita dari media Israel yang menyebutkan bahwa AS sedang menyiapkan kerangka kerja baru untuk sebuah kesepakatan gencatan senjata.
Menurut laporan tersebut, proposal ini akan melibatkan pembebasan semua 48 warga Israel yang saat ini menjadi tawanan di hari pertama gencatan senjata. Sebagai gantinya, ribuan warga Palestina yang ditahan akan dibebaskan.
Selain itu, negosiasi untuk mengakhiri perang akan dimulai, dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat. Israel juga dikabarkan akan menghentikan serangan mereka untuk merebut dan menghancurkan Kota Gaza. Gencatan senjata ini akan berlangsung selama proses negosiasi berlangsung.
Hamas menyatakan mereka siap untuk bernegosiasi, tetapi mereka menegaskan bahwa harus ada deklarasi yang jelas bahwa perang akan dihentikan. Mereka juga menambahkan bahwa gencatan senjata harus disertai komitmen tegas dari pihak Israel agar mematuhi kesepakatan, supaya kejadian sebelumnya tidak terulang.
Sebelumnya, Israel sempat menolak kesepakatan gencatan senjata yang pernah disetujui, setelah Hamas menyetujuinya. Kini, pemerintah Israel bahkan mengizinkan rencana untuk merebut Kota Gaza, termasuk Gaza City.
Pernyataan Hamas ini muncul setelah Donald Trump, mantan Presiden AS, mengeluarkan peringatan terakhir kepada Hamas agar mereka menerima tawaran tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon, menyatakan bahwa Israel menerima usulan tersebut. Di lapangan, tentara Israel tetap melakukan serangan besar-besaran ke Gaza City.
Hamas gencatan senjata Amerika Serikat Gaza pertukaran tahanan negosiasi